HOTEL WIJAYA INN, KOTA BATU
24 - 26 DAN 28 – 30 MEI 2012
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
- Yang terhormat Bapak Walikota Batu,
- Yang terhormat Bapak Direktur Pembinaan SMA,
- Yang terhormat Saudara Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka
Jawa Timur,
- Yang
terhormat Saudara Kepala Bidang PMP dan
PMA,
- Yang terhormat Saudara Kepala Seksi di lingkungan
Bidang PMP dan PMA,
- Yang terhormat Para Narasumber, Fasilitator, dan Kakak-kakak
Pembina, serta
- Para Bapak dan Ibu Guru, peserta Kemah Pendidikan
Karakter Bangsa yang saya hormati.
Mengawali acara ini, mari kita bersama-sama
memanjatkan puji syukur alhamdulillah ke
hadirat Tuhan yang Maha Esa. Berkat limpahan rahmat-Nya, kita dapat hadir di Hotel Wijaya Inn, Kota Batu dalam
keadaan sehat walafiat dalam rangka Pelatihan Kemah
Pendidikan Karakter Bangsa Tahun 2012.
Hadirin yang saya hormati,
Baru saja kita
bersama-sama memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2012 dan Hari
Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2012. Untuk itu, saya menyampaikan “Selamat
Hari Pendidikan Nasional dan Selamat Hari Kebangkitan Nasional”.
Seperti telah kita
ketahui bersama, bahwa tema peringatan Hardiknas 2012 adalah “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia”
dan substansi peringatan Harkitnas 2012 adalah “Kesadaran Nasionalisme”. Bangkitnya Generasi Emas Indonesia
berarti insan pendidikan harus mampu mengelola dan meningkatkan kualitas sumber
daya manusia (SDM) Indonesia.
Pada era global ini,
SDM Indonesia diharapkan mampu mengatasi tantangan zaman dan dapat memanfaatkan
peluang yang ada. Kesadaran Nasionalisme berarti kesetiaan tertinggi setiap
warga negara harus diberikan kepada negara kebangsaan (nation state). Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai
kebangsaan, nilai-nilai persatuan dan kesatuan, nilai kejujuran, serta
nilai-nilai kebersamaan menjadi sangat penting dalam rangka membangun jatidiri
ke-Indonesia-an kita.
Para Bapak/Ibu yang saya hormati,
Sebagai insan
pendidikan, tentu telah memahami kontribusi yang harus diberikan kepada bangsa dan Negara. Karakter
sosok manusia Indonesia yang diinginkan telah tertuang dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam
Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa “Pendidikan nasional bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab”.
Mencermati tujuan tersebut, terlihat bahwa secara
substantif, karakter yang ingin dikembangkan pada peserta didik SMA adalah
karakter yang bersifat intrapersonal
dan interpersonal. Karakter
intrapersonal adalah hal yang terkait dengan olahpikir yang dicirikan dengan sifat visioner, cerdas, kreatif,
dan terbuka; serta olahhati yang
dicirikan dengan sifat jujur, ikhlas, religius, dan adil. Sedangkan, karakter interpersonal
adalah hal yang berkaitan dengan aspek kinestetik, yang dicirikan dengan sifat
gigih, kerja keras, disiplin, bersih, dan bertanggung jawab; serta olahrasa/karsa yang dicirikan dengan
sifat peduli, demokratis, gotong royong, dan penolong.
Nilai-nilai karakter tersebut bagi bangsa Indonesia
bukanlah hal baru. Sejak ribuan tahun sebelum masehi, zaman
budaya batu purba (palaeolithicum) dan zaman batu baru (neolithicum) nenek
moyang kita telah mengenal nilai relegius, disiplin, dan bergotong royong dalam
bercocok tanam. Pada abad V, zaman kerajaan-kerajaan di Indonesia, harus terus
kita gelorakan kepada generasi muda saat ini maupun generasi mendatang. Pembudayaan
dan pemberdayaan nilai-nilai tersebut hendaknya diterapkan secara masif dan
terintegrasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat melalui intervensi
dan habituasi. Nilai-nilai tersebut hendaknya dilaksanakan secara komprehensif
di sekolah, melalui aktivitas intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler,
termasuk kepramukaan.
Hadirin
yang terhormat,
Pendidikan karakter bagi generasi bangsa bersifat mutlak. Hal tersebut
seperti yang disampaikan Bapak Presiden pada pidato sambutan Peringatan Hari
Pramuka Ke-50, 14 Agustus 2011 di Cibubur Jakarta sebagai berikut.
“Ingat, sesungguhnya kita adalah
bangsa yang berbudi luhur, bangsa yang ramah dan toleran. Bangsa yang selalu
guyub dan bergotong royong, penuh tenggang rasa, dan tepo seliro dalam hubungan
kekerabatan yang tinggi. Itulah karakter bangsa kita. Karakter yang harus kita
gelorakan kepada generasi muda bangsa kita saat ini dan generasi mendatang.
Karakter yang harus tetap kita jaga, dan tidak boleh berubah apalagi mengalami
erosi.” (Presiden RI, Cibubur, 14 Agustus 2011)
Dari kutipan tersebut, dapat disarikan
bahwa pendidikan karakter adalah proses pengenalan, pemahaman, penghayatan, dan
pengamalan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Pengamalan
nilai-nilai tersebut mutlak dibutuhkan untuk menjamin eksistensi kehidupan
berbangsa dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),
proses tersebut harus berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya
(regenerasi) secara terus-menerus dan berkesinambungan.
Pada tahun 2011 Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa telah menggembleng 1024 orang siswa SMA negeri/swasta
se-Jawa Timur dalam pelatihan Kemah
Remaja Pendidikan Karakter. Pelatihan tersebut bertujuan agar setiap
sekolah memiliki kader-kader tangguh yang siap memimpin dan mengembangkan
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Kepramukaan. Kader-kader ini
diharapkan mampu menjaga kondusivitas sekolah dari ancaman-ancaman yang mungkin
dapat menimbulkan instabilitas operasional sekolah.
Menurut hasil evaluasi,
pelatihan tersebut perlu terus diadakan, ditingkatkan, bahkan dikembangkan.
Oleh karena itu, pada tahun 2012 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
melaksanakan pelatihan Kemah Pendidikan
Karakter Bangsa bagi Guru/Pembina Siswa SMA.
Dengan selesainya pelatihan
pendidikan karakter bagi siswa dan guru/pembina siswa, maka nantinya di tiap
SMA diharapkan terjadi sinergitas. Kepala Sekolah, komite, dan guru/pembina
siswa merancang dan melaksanakan program implementasi pendidikan karakter dan
para kader siswa sebagai pelaksana dan pengaman program tersebut.
Kegiatan ini merupakan bukti,
komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan dan
mengembangkan Program Pemasyarakatan Pendidikan Karakter. Selain program tersebut,
juga disediakan wadah dan ajang pembinaan potensi peserta didik yang
berimplikasi pada pembentukan karakter, seperti:
-
Olimpiade Sains Nasional (OSN) bagi siswa yang memiliki potensi di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,
-
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) bagi siswa yang memiliki
potensi di bidang olahraga,
-
Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bagi siswa yang memiliki
potensi di bidang seni dan sastra.
-
Lomba Debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia bagi siswa yang punya
potensi di bidang bahasa,
-
Lomba Cerdas Cermat UUD 1945 bagi siswa yang punya potensi di bidang
ketatanegaraan, dan masih banyak lagi.
Melalui ajang pembinaan ini, diharapkan
di setiap SMA akan tersedia kader-kader tangguh, penuh keteladanan, dan memiliki visi kepemimpinan nasional. Kader
inilah yang ke depan diharapkan mampu membawa bangsa dan negara menggapai
cita-cita bangsa, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa.
Hadirin
yang terhormat,
Demikian sambutan
saya. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini, dapat dijadikan inspirasi bagi
peserta dalam membangun jatidiri yang mampu menggelorakan semangat pendidikan
karakter di lingkungan sekolah.
Kepada Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi
Jawa Timur dan kakak-kakak pembina , saya sampaikan terima kasih atas kerja
samanya. Saya serahkan para guru/pembina siswa ini untuk diberikan pengetahuan,
pengalaman, dan keterampilan tentang pendidikan karakter dan kepramukaan. Saya
berharap, sepulang dari pelatihan ini para guru/pembina siswa segera melapor
kepada Kepala Sekolah, membina kerja sama dengan stake holder, dan selanjutnya mengimplementasikan program pendidikan
karakter di lingkungan sekolah masing-masing.
Hadirin yang berbahagia,
Sesuai
dengan permohonan, saya diminta untuk membuka dan meresmikan kegiatan ini, maka
dengan mengucap:
Bismillahirrahmanirahim.
Kemah Pendidikan Karakter Bangsa bagi Guru/Pembina
Siswa Tahun 2012
secara resmi, saya nyatakan dibuka dan dimulai.
Wabillahitaufik
walhidhayah
Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.