Senin, 30 Januari 2012

Membekali siswa SMA/SMK dengan “performance” yang dilirik Dunia Usaha.


Kank sebenarnya yang membuat kami agak sedikit ogah menerima lulusan SMK/SMA adalah penampilan mereka yang tidak rapi saat melamar kerja,apakah sekolahnya tidak membekali perihal penampilan kank…?


jika kalian berbuat baik,maka kalian berbuat baik pada diri kalian sendiri’ QS Al isra :7

Pembelajaran pengembangan kepribadian semestinya memang ada dalam mapel Bimbingan Karir (BK),Namun bisanya hanya sebatas knowledge yang tidak menyentuh pada apek penghayatan dan implementasi keseharian.Sehingga siswa lebih banyak mendapatkan aspek teorinya tapi belum menyadari pentingnya mengimplementasikan pengetahuan nya itu dalam bersaing di dunia kerja.Juga bisa jadi lantaran berpikiran simple ,”ah kan cuma melamar belum tentu diterima”.Padahal tidak demikian dengan dunia usaha.

Membangun kesadaran siswa tentang performance sebagai daya pikat sesorang untuk dipertimbangkan pada proses rektutmen melalui:

Pertama: Penampilan secara fisik yang mudah dilihat secara kasat mata adalah mencerminkan kesungguhan pelamar untuk menghargai dirinya dan bidang pekerjaan yang bakal digelutinya.Dalam berpenampilan berkesan professional dimulai dari rambut , wajah ,tubuh ,asesoris, dan busana. Penampilan juga sebagai tolok ukur realibility seseorang yang menggambarkan kesan kesungguhan memberikan pelayanan akurat dalam memberikan layanan prima kepada pelanggan.Bagaimana pun penampilan yang acak acakan membuat pelanggan ragu untuk kontak terutama pada pertemuan pertama. Jadi bangun kesadaran siswa untuk menjaga penampilannya sebagai kesan professional .

Kedua :Bahasa Tubuh ,dapat menunjukkan kesan rasa percaya diri seorang pelamar kerja.kemampuan menampilkan kesan keseriusan dalam berbicara dengan senyum yang sesuai situasi kondisi yang tepat memberikan arti assurance bagi perusahaan.Menggambarkan kemampuan menyelesaikan tugas sesuai core competence yang dimiliki calon karyawan.tentunya bahsa tubuh ini dibarengi dengan ketrampilan teknis yang memadai. Akan menambah keyakinan prusahaan untuk memberikan kepercayaan kepada calon pelamar.

Ketiga Berpikir positif ,menghasilkan sikap mental yang tercermin dari penampilan maupun kecakpan menyelelasikan beban tugas baik dalam berbagai test maupun simulasi pekerjaan.berpikir positif akan menghasilkan tindakan yang nyata dalam menangani pekerjaan yang bakal dijalani. Dengan demikian perusahaan secara nyata dapat memprediksi kemampuan pelamar , optimis menyonsong tantangan pekerjaan bersama perusahaan.

Jumat, 27 Januari 2012

“Kurikulum “Raker Kepala SMA



"Wahai segenap manusia ,sesungguhnya kalian telah bekerja dengan sungguh sungguh menuju Rabb kalian . maka pasti kalian akan menemuiNya "QS al -Insyiqaq ;6



Tanpa kita sadari maju mundurnya sebuah kegiatan pembelajaran di sekolah (SMA) terletak pada kepemimpinan Kepala Sekolah. Apalagi saat ini trend perilaku remaja SMA sudah makin beragam dengan percepatan ICT.Salah satu cara agar dapat mencetak generasi tangguh di masa depan adalah dengan meningkatkan kompetensi “self leadership “Kepala sekolahnya.

Rapat kerja Kepala Sekolah merupakan key success factor untuk menciptakan kecakapan kepemimpinan sekolah di masa depan.Semestinya merupakan satu kegiatan membantu membangun pengetahuan,keahlian,dan perilaku terhadap ilmu pengelolaan sekolah,pelayanan prima dan pendidikan secara global (global standard).Tujuan dari raker adalah mempersiapkan para peserta agar memiliki pengetahuan yang lebih dalam tentang kaidah pendidikan dan budaya pelayanan secara specific.

“Kurikulum “rapat kerja dirancang dengan bahan pelajaran yang paling ideal sesuai kondisi lapangan,untuk mempersiapkan peserta mencapai standar kompetensi kepala sekolah yang handal dengan indikator yang jelas. Pergeseran dinamika dunia pendidikan dalam pengertian pelayanan prima berdasarkan Manajemen Berbasis Sekolah, ‘memaksa” kepala sekolah dapat menentukan kebijakan untuk berpikir,beradaptasi dan menggunakan pendekatan yang lebih tepat untuk menciptakan “produk &Layanan” yang bisa menjawab kebutuhan yang ada.

Memanfaatkan kualitas pelayanan sebagai keunggulan kompetitif memang sudah mulai menjadi praktik yang menjadi tumpuan harapan masyarakat Indonesia dalam peningkatan mutu pendidikan .Untuk bisa menghadirkan generasi tangguh di masa depan,yang memiliki daya saing,semangat dan keberanian .Semuanya membutuhkan proses pembelajaran yang sekelas itu pula.Untuk pembelajaran berkelas handal seperti itu diperlukan manajemen berbasis sekolah yang mampu mencetak guru sebagai Inspiration source yang mampu menginspirasi dan mencerahkan pikiran para siswa yang melihat tantangan masa depan dengan lebih jelas dan cermat. Ketika seorang guru bergabung dalam sebuah sekolah maka pelayanan prima dengan memberikan kinerja yang optimal untuk kepentingan terbaik siswa harus menjadi ruh yang melekat dalam jiwa setiap guru. “….to day there is no first world ,second world,or third world ….and the slow world “. Thomas Fierdman ,The Lexus and Olive Tree (2000).

Karena itu Raker Kepala SMA harus dapat menghasilkan rekomendasi criteria kinerja yang efektif meliputi ;

1. Mendefinisikan ulang arti pelayanan pendidikan dalam MBS.Pelayanan pendidikan bukan sekedar mutu output melalui hasil Ujian nasional,melainkan karakter guru dalam menjalankan tugas profesi mendidik yang memiliki kesadaran penuh pada pengabdian.Yang ditandai dengan adanya dedikasi dan integritas dari mereka untuk memberikan kinerja yang terbaik . Bukan hanya tergiur tunjangan sertifikasi.Memberikan yang terbaik adalah merupakan panggilan jiwa ,panggilan moral dan panggilan semangat kebangsaan.

2. Pandangan lama mengenai kurikulum sebagai hanya kegiatan administrasi harus di ubah.Kurikulum harus dimaknai sebagai perangkat pembelajaran yang mempersiapkan siswa memiliki life skill selepas sekolah nanti.Pendekatan pribadi dalam perencanaan dan pengembangan kompetensi siswa diwujudkan dalam setiap proses yang akan mendefinisikan bahwa setiap siswa memiliki hak dan keunggulan yang sama.

3. Perubahan cara pandang terhadap kebutuhan siswa dalam belajar dengan mempersiapkan kompetensi dan kepribadian siswa menatap masa depannya.Mengingat tingkat persaingan dalam era sekarag dan kedepan semakin dahsyat,pengetahuan dan ketrampilan saat ini menjadi usang.Apa yang kita berikan saat ini kepada siswa tidak cukup membekalinya menghadapi tantangan kehidupan.Maka pembelajaran di masa depan adalah meng update atas apa yang sudah mereka dapat: knowledge , knowhow , character and life skill.

Raker Kepala SMA semestinya dapat menghasilkan sebuah rumusan tentang pelayanan prima (MBS) yang dapat menciptakan proses pembelajaran yang mencetak siswa SMA tangguh saat ini dan masa depan.

Senin, 02 Januari 2012

Hidup Lebih Cerdas, Program Belajar Siswa SMA


Kank ,banyak lulusan SMA kita yang pada akhirnya kesulitan dalam beradaptasi di bangku kuliah,bisnis maupun bermasyarakat .Kalau menurut saya hal ini pengkondisian saat siswa bersangkutan sekolah tepatnya kegiatan belajar nya saat sekolah .Kegiatan belajar mereka tidak merangsang siswa untuk cerdas,Bagaimana seharusnya..?


Seorang remaja datang kepada Nabi SAW lalu berkata:” sesungguhnya saya hendak menunaikan haji .Maka nabi berjalan sebentar bersamanya melepas keberangkatannya sambil bersabda : “hai anak muda,semoga Allah membekalimu dengan ketagwaan dan mengarahkanmu pada kebaikan serta menghindarkanmu dari kesusahan… HR Ibnu Umar.

Diera yang sangat keras kompetisinya ,jika pembelajaran hanya diarahkan untuk mencapai angka akademik saja tentu bakal ketinggalan. Karena anak mungkin hapal teori saja menjelang ujian setalah lulus malah mereka tidak tahu teori mana yang harus digunakan mengatasi kesulitannya sendiri.Lihat saja angka bunuh diri,pengangguran,kriminalitas,demonstrasi anarki ,perilaku aparat pemerintah yang arogan ,korupsi dan aneka contoh jelek lainnya.Tentu saja mereka itu dulu adalah anak sekolahan.

Tidak sedikit anak yang didrill berbagai latihan soal dan hapalan teori bukan tambah bagus “kompetensi “akademiknya melainkan menjadi anak yang rentan stress ,tidak bisa bergembira dan tidak bahagia dan senantiasa dilanda kecemasan.Sekolah semestinya tidak hanya menekankan pada aspek akademik saja agar semua siswa dapat lulus 100 % dan dengan nilai ujian tertinggi.Bila anda menginginkan anak anak menjadi tangguh menghadapi masa depan dan mandiri serta memiliki life Skill.Maka jangan berfokus pada drill mata pelajaran saja tanpa memperhitungkan aspek psikologis ,minat dan bakat siswa.Agar berhasil dalam mendorong anak memeliki daya saing dan meningkatkan mutu kehidupan siswa dituntut solusi kreatif mengajak siswa menikmati bagaimana caranya mereka menghabiskan waktu dengan cara cara lebih kreatif.

Anda bersama sekolah harus dapat menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran siswa:

1. Mengadakan kegiatan yang di sukai siswa.Biasanya siswa semakin suka dengan kegiatan ,semakin akan terus memperdalam dan mencoba mengembangkan diri.Dalam melakukan kegiatan aspek psikologis siswa tidak merasa terpaksa atau tersiksa.Dengan demikian imajinasi ,kreatifitas dan daya cipta bisa muncul dan membuat waktu yang digunakan siswa bermanfaat.

2. Buat siswa menyadari aktivitas yang dilakukan adalah bagian dari kepedulian terhadap diri sendiri.kegiatan tersebut harus dapat "dipersepsi "oleh siswa bahwa yang dilakukannya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan prestasi nya di masa depan ,sehingga siswa merasa harus melakukannya dengan hati yang riang.

3. Mengakomodasi Impian siswa.Setiap anak memiliki cita cita atau impian,galilah informasi tentang impian meraka selanjutnya ajak siswa merencanakan tindakan untuk mewujudkan impian itu. Jika memungkinkan perlu tersedia fasilitas sarana dan prasarana ,baik untuk impian tentang sukses dibidang akademik maupun keberbakatan yang lain.

Dan yang paling penting anda harus ‘smart” dengan mempelajari dan melakukan perubahan diri agar dapat melakukan pembiasaan menciptakan belajar lebih cerdas kepada siswa.Sehingga bukan berapa lama siswa belajar namun seberapa banyak siswa memiliki kompetensi dengan hati bahagia belajar disekolah anda. Buat siswa memeliki waktunya sendiri ,meningkatkan kualitas kegiatannya,meningkatkan standar dan mutu kehidupan mereka.