(Dilengkapi video )
Video ini menggambarkan Stretegi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bangsa
Para remaja kita
menghadapi kebingungan dan “pertentangan “ value antara nilai nilai hidup lama
dengan nilai nilai sosial yang saat ini diterima remaja lengkap dengan tekanan
tekanannya seperti dianggap anak nggak gaul kalau tidak mengikuti trend
perilaku yang persepsi itu memang dibangun dari gencarnya budaya global
melalui teknologi informasi komunikasi.
Sementara itu “for the
adolescent ,the opinion of the group with which Hess associated is more
important than the opinions of parent,teacher or the other adult”. Hurlock .
Ditambah lagi mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan tidak membuat siswa
merasa dapat menyerap ,menghayati dan menjadikan sistem nilai bagi hidupnya
karena lebih bersifat hafalan. Maka semakin jauhlah mereka dengan rasa Kebangsaan
itu sendiri.
Oleh karena itu guru harus memiliki strategi pembelajaran
kreatif agar nilai nilai Kebangsaan dan budaya bangsa ini dapat sampai kepada
para siswa ini ,diantaranya:
1. Pemanfaatan
Media Audio Video
Pemutaran film film perjuangan dapat
mengeksplorasi aspek kognitif dan afeksi pesan yang disajikan berupa objek ,kejadian
atau fakta. Membawa situasi perjuangan bangsa atau keanekaragaman budaya bangsa
ke dalam kelas. Setelah pemutaran film siswa diajak diskusi tentang bagaimana
perasaannya,apa pendapatnya ,dan bagaimana melestarikannya. Peran guru
diharapkan dapat menstimulasi untuk banyak bercerita pandangannya setelah menonton
film tersebut jika perlu menuliskan pendapatnya melalui karangan pendek dsb.
2. Permainan Sosio Drama
Dengan anak bermain sosio drama diharapkan
mereka dapat menghayati peran tokoh atau
adat daerah tertentu sesuai karakter budaya yang diperankan sekaligus merangsang daya kreatifitas siswa.
Kegiatan sosio drama dapat meningkatkan rasa memiliki dikarenakan siswa harus memerankan “tokoh “
yang dimaksud sekaligus dapat mengasah daya ingat akan konsep keilmuan ,keterampilan
komunikasi ,kecakapan berbahasa ,kecerdasan emosi dan menghargai kebudayaan
bangsanya sendiri.
3. Melukis ,menggambar atau Fotografi .
Siswa diberikan tugas dengan tema budaya
bangsa melalui imajinasi dan kreativitas
siswa sendiri sesuai dengan pengalaman dan minatnya. Dengan melukiskan sisa
diharapkan dapat mengeksplorasi dan memvisualisasi nilai nilai kebudayaan yang dirasakan, dipikirkan dan dihayatinya
.sehingga aspek afektifnya memperkuat memori jangka panjang. Ada baiknya siswa
diminta memberi ulasan pendek tentang pesan tema gambar yang dilukisnya . Demikian
juga dengan fotografi siswa boleh memilih sendiri imajinasi Kebangsaan asal
dengan penjelasan dan alasan yang kongkrit.
4. Menari dan Menyanyi.
Penghayatan ,rasa bangga ,dan makna akan
sebuah lagu akan memberikan kesan mendalam bagi siswa apalagi jika dalam bernyanyi
anak diberikan ilustrasi video yang menggambarkan asal lagu itu dibuat. Menari
bukan sekedar olah fisik melainkan emosi,kreasi ,ketepatan,ekspresi
,penghayatan serta penampilan yang menarik adalah komponen
kompleks yang tidak bisa dilepaskan dari tarian. Menyanyi dan menari dapat
merangsang keterampilan psikomotor,kognitif ,afektif dan spiritual sekaligus
penghayatan akan nilai budaya bangsa. Ciptakan pembelajaran tematik melalui
kegiatan menari dan atau menyanyi.
5. Wisata Belajar Budaya Bangsa
Kunjungan wisata belajar dapat membantu pengenalan siswa akan kondisi nyata
ilmu yang dipelajarinya tentang budaya bangsa ,meningkatkan pengetahuan akan warisan
budaya,sekaligus napak tilas pewarisan
budaya dan nilai nilai yang dianut saat itu hingga saat ini. Pengalaman
langsung siswa dalam kegiatan pembelajarannya akan membuat siswa memiliki kesan
yang mendalam yang memperkuat rasa cinta
akan budaya bangsa.
Tentu saja aspek pembelajaran dikelas yang lebih banyak
membuat siswa dapat aktif dalam bertanya,berdebat ,berpendapat, mengkritisi,membandingkan
dan menarik kesimpulan tentang “benturan benturan nilai yang difahaminya
sedangkan guru lebih sebagai fasilitator. Bagaimana pendapat anda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar