Kamis, 24 Januari 2013

Cara Meningkatkan Rasa Kebangsaan Siswa dengan Kegiatan Pembelajaran Kreatif ( Strategi Pendidikan Karakter)



"Kank ,akhir akhir ini  sepertinya  kesadaran budaya dan rasa kebangsaan siswa terhadap negeri  ini sudah memudar. Adakah kiat praktis pembelajaran non klasikal yang membuat anak anak dapat menghayati ,mencintai dan mengamalkan nilai nilai Kebangsaan..?"

 (Dilengkapi video )






 Video ini menggambarkan Stretegi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bangsa





Para  remaja kita menghadapi kebingungan dan “pertentangan “ value antara nilai nilai hidup lama dengan nilai nilai sosial yang saat ini diterima remaja lengkap dengan tekanan tekanannya seperti dianggap anak nggak gaul kalau tidak mengikuti trend perilaku yang  persepsi itu  memang dibangun dari gencarnya budaya global melalui teknologi informasi komunikasi. 

Sementara itu “for the adolescent ,the opinion of the group with which Hess associated is more important than the opinions of parent,teacher or the other adult”. Hurlock . Ditambah lagi mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan tidak membuat siswa merasa dapat menyerap ,menghayati dan menjadikan sistem nilai bagi hidupnya karena lebih bersifat hafalan. Maka semakin jauhlah mereka dengan rasa Kebangsaan itu sendiri.

Oleh karena itu guru harus memiliki strategi pembelajaran kreatif agar nilai nilai Kebangsaan dan budaya bangsa ini dapat sampai kepada para siswa ini ,diantaranya:

1.        Pemanfaatan Media Audio Video

Pemutaran film film perjuangan dapat mengeksplorasi aspek kognitif dan afeksi pesan yang disajikan berupa objek ,kejadian atau fakta. Membawa situasi perjuangan bangsa atau keanekaragaman budaya bangsa ke dalam kelas. Setelah pemutaran film siswa diajak diskusi tentang bagaimana perasaannya,apa pendapatnya ,dan bagaimana melestarikannya. Peran guru diharapkan dapat menstimulasi untuk banyak bercerita pandangannya setelah menonton film tersebut jika perlu menuliskan pendapatnya melalui karangan pendek dsb.  



2.       Permainan Sosio Drama  

Dengan anak bermain sosio drama diharapkan mereka  dapat menghayati peran tokoh atau adat daerah tertentu sesuai karakter budaya yang diperankan  sekaligus merangsang daya kreatifitas siswa. Kegiatan sosio drama dapat meningkatkan rasa memiliki    dikarenakan siswa harus memerankan “tokoh “ yang dimaksud sekaligus dapat mengasah daya ingat akan konsep keilmuan ,keterampilan komunikasi ,kecakapan berbahasa ,kecerdasan emosi dan menghargai kebudayaan bangsanya sendiri.

3.       Melukis ,menggambar atau  Fotografi .

Siswa diberikan tugas dengan tema budaya bangsa melalui imajinasi dan  kreativitas siswa sendiri sesuai dengan pengalaman dan minatnya. Dengan melukiskan sisa diharapkan dapat mengeksplorasi dan memvisualisasi nilai nilai kebudayaan yang  dirasakan, dipikirkan dan dihayatinya .sehingga aspek afektifnya memperkuat memori jangka panjang. Ada baiknya siswa diminta memberi ulasan pendek tentang pesan tema gambar yang dilukisnya . Demikian juga dengan fotografi siswa boleh memilih sendiri imajinasi Kebangsaan asal dengan penjelasan dan alasan yang kongkrit.


4.       Menari dan Menyanyi.

Penghayatan ,rasa bangga ,dan makna akan sebuah lagu akan memberikan kesan mendalam bagi siswa apalagi jika dalam bernyanyi anak diberikan ilustrasi video yang menggambarkan asal lagu itu dibuat. Menari bukan sekedar olah fisik melainkan emosi,kreasi ,ketepatan,ekspresi ,penghayatan serta   penampilan yang menarik adalah komponen kompleks yang tidak bisa dilepaskan dari tarian. Menyanyi dan menari dapat merangsang keterampilan psikomotor,kognitif ,afektif dan spiritual sekaligus penghayatan akan nilai budaya bangsa. Ciptakan pembelajaran tematik melalui kegiatan menari dan atau menyanyi.


5.       Wisata Belajar Budaya Bangsa

Kunjungan wisata belajar  dapat membantu pengenalan siswa akan kondisi nyata ilmu yang dipelajarinya tentang budaya bangsa ,meningkatkan pengetahuan akan warisan budaya,sekaligus  napak tilas pewarisan budaya dan nilai nilai yang dianut saat itu hingga saat ini. Pengalaman langsung siswa dalam kegiatan pembelajarannya akan membuat siswa memiliki kesan yang mendalam yang memperkuat rasa  cinta akan budaya bangsa.


Tentu saja aspek pembelajaran dikelas yang lebih banyak membuat siswa dapat aktif dalam bertanya,berdebat ,berpendapat, mengkritisi,membandingkan dan menarik kesimpulan tentang “benturan benturan nilai yang difahaminya sedangkan guru lebih sebagai fasilitator.  Bagaimana pendapat anda  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar