Pertanyaan mendasar akan ciri ciri pers kepada peserta diklat hampir 100 % dapat menjawab dengan benar . Yakni Pers adalah wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang memiliki ciri ciri: terbit teratur ,dipublikasikan ,actual dan objektif.
Dengan demikian menggambarkan guru peserta diklat mengetahui atau sudah membentuk tim jurnalistik sekolah guna mengelola media pers sekolah yang harus terbit secara teratur ,periodik. Sehingga dapat memberikan inspirasi kepada siswa melalui keteladanannya dalam mencari,mengolah dan menebitkan informasi yang layak sebagai bahan berita pada penerbitan media jurnalitik sekolah. Termasuk pengalokasian dana pengelolaan penerbitan pers/jurnalistik sekolah.
Dipublikasikan artinya penerbitan pers sekolah seperti majalah,atau bulletin sekolah ditujukan kepada warga sekolah seperti siswa, tenaga pendidik ,tenaga kependidikan,orang tua/walimurid dan masayarakat pada umunya.
Oleh karena “pemasaran” media jurnalistik sekolah ditujukan kepada masyarakat umumnya maka kemasan pesan isi jurnalistik sekolah harus menggunakan dan tunduk pada kaidah jurnalistik diantaranya menggunakan bahasa yang sederhana ,menarik ,singkat ,jelas ,lugas dan mudah dimengerti.
Aktual artinya tulisan jurnalistik harus menyampaikan peristiwa yang mengandung unsur kebaruan (update) yang mencerminkan keadaan yang sebenarnya baik dalam dimensi waktu ,masalah dan tempat.
Aktual dalam dimensi waktu berarti merujuk peristiwa pada waktu terjadinya objek berita .sedang terjadi,saat terjadi termasuk dalam penulisan tanggal terjadinya sesuai kalender yang berlaku.
Aktual dalam dimensi masalah berkaitan persoalan yang diberitakan dilihat dari topik ,judul berita maupun persoalan yang relevan dengan pendidikan dan pengembangan karekter.
Aktual dalam dimensi tempat berkaitan dengan lokasi kejadian ,peristiwa yang terjadi dan tempat yang menjadi sumber berita .Sehingga pembaca dapat mengetahui lokasi yang sedang diberitakan .
Sedangkan objektif memiliki arti bahwa setiap informasi yang diberikan harus dapat dipercaya ,factual,tidak mengada ada dan akurat sehingga berita yang disampaikan tidak menimbulkan keresahan bagi pembacanya.
Sekalipun pers /jurnalistik sekolah sebagai wahana pembelajaran sudah saatnya dikelola secara konseptual ,professional ,mengajarkan nilai norma dan membangun semangat menulis serta budaya membaca warga sekolah .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar