Minggu, 29 November 2015

SMK nya Para Juara Sejati: Mengubah Kemustahilan Menjadi Prestasi


 “Maka apakah orang yang berjalan dengan tertelungkup wajahnya itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah meraka yang berjalan tegap diatas  jalan lurus.?”
QS Al Mulk .22

“Saya membayangkan seandainya, peluang  itu bisa kita dapatkan. Tentu kita bisa lebih banyak keuntungan”, Kata Seorang Wakasek Kehumasan di sebuah SMK
“Kalau menurut saya  bukan seandainya, kita mesti berupaya untuk sukses, soalnya apalagi yang bisa kita lakukan karena kompetisi itu memang baru dimulai”. Dan kemudian guru pembina olimpiade  itupun kemudian meminta kepada Kepala Sekolah  mengumpulkan teamnya untuk merancang strategi kompetisi yang akan dikutinya.


“Sebelum kita berangkat kita yakinkan siswa untuk berfokus pada uapaya terbaiknya saja , jangan pikirkan menang kalah , saya yakin upaya mereka selama ini tidak akan sia sia”.  Kata Kepala Sekolah. Seorang kepala sekolah harus dapat memiliki semangat baja untuk meyakinkan ketidak percayaan diri dari para SDMnya, dia harus dapat mengajak melihat sisi gemilang dari pencapaiannya.
“Apakah mungkin Bu kita bisa menang, padahal lawan kita adalah sekolah sekolah langganan juara..!”. Tanya Wakasek Kesiswaan.  
Beberapa guru , kecuali guru pembina dengan menunduk mengatakan “barangkali..?” sambil bergumam tanda tidak yakin  bisa meraih juara.
“Mengapa tidak , saya pikir anak anak selama ini sudah berusaha keras , jadi tak ada alasan untuk kita tidak menang , mereka  setelah  saya tanya tak gentar bahkan takkan menghiraukan siapa saja lawan yang dihadapinya”. Kata para guru pembina kompetisi.
“Baiklah dengan  membaca Bismilah kita siap bertempur apapun hasilnya besok, dan anak anak sepertinya tidak ada beban untuk bertanding, oke selamat berjuang ..”Ibu Kepala Sekolah mengakhiri rapat “Motivasinya”.  
Akhirnya memang kemustahilan yang diragukan para guru di sekolah pinggiran itu terjawab,  SMKN  ini berhasil menyabet juara umum hampir merebut semua medali emas  ditiap kategori lomba dari kompetisi yang diselenggarakan perusahaan ternama itu . Tentu hal tersebut membuat terheran heran  semua pihak. Itulah sekilas perjalanan saya “mendampingi “sekolah pinggiran yang berprestasi luar biasa.
Pelajaran apakah yang bisa kita ambil  dari peristiwa ini:
1.    Dari bukti sejarah para juara adalah sosok yang berhasil mengubah kemustahilan  menjadi kenyataan dengan kesabaran dan tekad, kecepatan mengambil keputusan dan semangat tinggi untuk berjuang meraih sukses.
2.    Hanya mereka yang berani yang dapat meraih peluang dan kesempatan, sedangkan yang penakut akan kecewa atas peluang yang semestinya diadapat.
3.    Orang orang yang telah rajin berlatih dan mempersiapkan diri  tidak akan banyak mengeluh akan keterbatasan dan kesempatan untuk meraih peluang itu. Sedangkan mereka yang malas akan mepunyai  jutaan persiapan untuk menemukan alasan atas kemalasannya.
4.    Mereka yang bermental juara seperti rajawali , bermata tajam untuk melihat sekecil mungkin kesempatan yang bisa diraih, telinga yang peka mendengar setiap gerakan mangsa, sayap yang terkembang untuk segera menukik cadas kearah mangsa, cakar yang kuat untuk menggenggam erat dan hati yang berani untuk tidak takut jatuh pada ketinggian
5.    Dibalik kesulitan ada kemudahan, dibalik persyaratan atau resiko resiko yang besar terdapat peluang  keuntungan besar pula yang bisa diraih.
6.    Peluang emas dan mudah pun bisa jadi tidak berarti apa pa bagi sipemalas yang hidup dengan beribu alasan, Tapi bagi mereka yang rajin dan berani bahakan dapat menemukan kesempatan justru ditengah kemustahilan untuk diubah menjadi peluang sukses.
Ingatlah banyak sekali orang berandai -andai untuk menemukan kesempatan itu tetapi hanya mereka yang berani mencoba untuk meraihnya yang pada akhirnya mencapai kesuksesan nya itu, bagaimana dengan anda..?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar