“Maka apakah orang yang berjalan dengan tertelungkup
wajahnya itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah meraka yang berjalan tegap
diatas jalan lurus.?”
QS Al Mulk .22
“Saya membayangkan seandainya, peluang itu bisa kita dapatkan. Tentu kita bisa lebih
banyak keuntungan”, Kata Seorang Wakasek Kehumasan di sebuah SMK
“Kalau menurut saya bukan seandainya, kita mesti berupaya untuk
sukses, soalnya apalagi yang bisa kita lakukan karena kompetisi itu memang baru
dimulai”. Dan kemudian guru
pembina olimpiade itupun kemudian
meminta kepada Kepala Sekolah mengumpulkan teamnya untuk merancang strategi
kompetisi yang akan dikutinya.
“Sebelum kita berangkat kita yakinkan
siswa untuk berfokus pada uapaya terbaiknya saja , jangan pikirkan menang kalah
, saya yakin upaya mereka selama ini tidak akan sia sia”. Kata Kepala Sekolah. Seorang kepala sekolah
harus dapat memiliki semangat baja untuk meyakinkan ketidak percayaan diri dari
para SDMnya, dia harus dapat mengajak melihat sisi gemilang dari pencapaiannya.
“Apakah mungkin Bu kita bisa menang,
padahal lawan kita adalah sekolah sekolah langganan juara..!”. Tanya Wakasek Kesiswaan.
Beberapa guru ,
kecuali guru pembina dengan menunduk mengatakan “barangkali..?” sambil bergumam tanda tidak yakin bisa meraih juara.
“Mengapa tidak , saya pikir anak anak
selama ini sudah berusaha keras , jadi tak ada alasan untuk kita tidak menang ,
mereka setelah saya tanya tak gentar bahkan takkan
menghiraukan siapa saja lawan yang dihadapinya”. Kata para guru pembina kompetisi.
“Baiklah dengan membaca Bismilah kita siap bertempur apapun
hasilnya besok, dan anak anak sepertinya tidak ada beban untuk bertanding, oke
selamat berjuang ..”Ibu Kepala Sekolah mengakhiri rapat “Motivasinya”.
Akhirnya memang
kemustahilan yang diragukan para guru di sekolah pinggiran itu terjawab, SMKN ini berhasil menyabet juara umum hampir
merebut semua medali emas ditiap
kategori lomba dari kompetisi yang diselenggarakan perusahaan ternama itu . Tentu
hal tersebut membuat terheran heran semua pihak. Itulah sekilas perjalanan saya “mendampingi
“sekolah pinggiran yang berprestasi luar biasa.
Pelajaran apakah yang
bisa kita ambil dari peristiwa ini:
1. Dari bukti sejarah para juara adalah
sosok yang berhasil mengubah kemustahilan
menjadi kenyataan dengan kesabaran dan tekad, kecepatan mengambil
keputusan dan semangat tinggi untuk berjuang meraih sukses.
2. Hanya mereka yang berani yang dapat
meraih peluang dan kesempatan, sedangkan yang penakut akan kecewa atas peluang
yang semestinya diadapat.
3. Orang orang yang telah rajin berlatih
dan mempersiapkan diri tidak akan banyak
mengeluh akan keterbatasan dan kesempatan untuk meraih peluang itu. Sedangkan
mereka yang malas akan mepunyai jutaan persiapan
untuk menemukan alasan atas kemalasannya.
4. Mereka yang bermental juara seperti
rajawali , bermata tajam untuk melihat sekecil mungkin kesempatan yang bisa
diraih, telinga yang peka mendengar setiap gerakan mangsa, sayap yang
terkembang untuk segera menukik cadas kearah mangsa, cakar yang kuat untuk
menggenggam erat dan hati yang berani untuk tidak takut jatuh pada ketinggian
5. Dibalik kesulitan ada kemudahan, dibalik
persyaratan atau resiko resiko yang besar terdapat peluang keuntungan besar pula yang bisa diraih.
6. Peluang emas dan mudah pun bisa jadi
tidak berarti apa pa bagi sipemalas yang hidup dengan beribu alasan, Tapi bagi
mereka yang rajin dan berani bahakan dapat menemukan kesempatan justru ditengah
kemustahilan untuk diubah menjadi peluang sukses.
Ingatlah banyak sekali orang berandai -andai untuk menemukan kesempatan itu
tetapi hanya mereka yang berani mencoba untuk meraihnya yang pada akhirnya
mencapai kesuksesan nya itu, bagaimana dengan anda..?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar