Minggu, 08 November 2015

“Willing to Accept the Change !”


“Hidup adalah keberanian  keputusan  dan siap bertanggung jawab atas konsekuensi logis dari keputusannya itu. Semakin anda konsentrasi dan fokus pada diri sendiri dalam pengambilan keputusan maka semakin tumbuh rasa percaya diri”. Disampaikan ibu Mitha, CEO perusahaan Durable  Good kepada saya saat saya  didaulat untuk memberikan “ Personality development –coaching “di salah satu devisi nya. Sambil menunggu persiapan acara dengan segala macam ceremonial saya bersama beliau dan beberapa staff  berada diruang kerjanya. Sambil saya mencoba mencoba mencari tahu rahasia sukses beliau yang  seorang kandidat Doktor dari universitas ternama di luar negeri.  


Seperti yang beliau ceritak an bahwa  sejak kecil beliau memang seorang gadis yang gigih sejak dibangku sekolah mulai dari she Is willing to accept the change, dimana saat  usaha ayahnya bangkrut dan ayahnya meninggal dunia, ia bersama ibunya bekerja membanting tulang pada saat SMA sekaligus meninggalkan segala fasilitas yang pernah diterimanya dengan suka rela. Sampai dirinya pun pada akhirnya dapat berkuliah melalui jalur prestasi dibidang ilmu pengetahuan.  Seperti yang kank hari ketahui  saya selalu melihat peluang dibalik setiap krisis yang  saat ini terjadi seperti penurunan omzet karena daya beli dapat kami sisati dengan diversifikasi product, disamping tentu saja  hami harus waspada pada aspek financial perusahaan, efesiensi dan produksi yang tepat sasaran, dikarenan saya memang telah terlatih untuk siap menghadapi perubahan.

“Saya percaya bahwa sekalipun banyak orang sukses bukan dari bidang akademik bahkan anak putus sekolah atau dropout dari perguruan tinggi, namun bukan berarti orang yang sukses dari dunia akademik tidak banyak, ambil contoh bapak Profesor  Habibie tokoh idola saya . jelas sekali beliau sukses karena pendidikan yang telah dijalaninya, bagi saya yang peling penting kuliah bukan sekedar sekolah tapi yang lebih penting adalah , What are educational plans for the future ..!” begitulah pandangan beliau tentang arti pendidikan bagi drinya.

Lantas bagaimana dengan orang yang IQ nya tidak terlalu tinggi dan memang memilih untuk tidak kuliah ..? saya mencoba memancing ide ide kreatif yang beliau miliki .

Yang paling penting adalah kemana saja kamu selama ini atau ngapain saja kamu selama ini. Artinya setiap orang mesti tahu the previous experience nya masing masing  bahsa sederhananya pengelaman hidup yang memberi arti dan manfaat bagi mutu perbaikan hidupnya.  Jika waktu hidup nya disia-sia kan siapun pasti akan merugi karen hidup ini seperti mimpi begitu cepat kita lewati. Dengan mengenali what are my ability, what special talent’s do I have and what are my special interest  maka orang bersangkutan dapat dipastikan akan meraih prestasi jika kemudian dilanjutkan untuk memperjuangkannya . Artinya tidak ada waktu sis sia yang dibuang percuma kecuali untuk kepentingan terbaik hidupnya. Talent Management adalah salah satu kunci keberhasilan perusahaan ini go internasional diantaranya karena faktor faktor kami terapkan kepada seluruh SDM disini , sehingga mereka rata rata dapat beraktualisasi diri.”

Saya pun speech less mendengar jawaban beliau,” artinya setiap orang harus memiliki prinsip dalam hidup , bukankah begitu...?”.saya kembali bertanya.

Ya  tepat sekali, dimulai dari keberanian untuk tidak memaksakan diri untuk meraih sesuatu yang tidak mungkin diraih dikerenakan  keterbatasan fisik misalnya, seperti problematika tinggi badan ingin masuk militer padahal persyaratannya memang fisik , jadi harus sadar what are my physical ablities limitation.!”. Selanjutnya memang harus berpijak pada what are my attitude and values  dan how do I see my self  tidak terpuruk pada kesedihan pada keterbatasan dan selanjutnya berjuang secara gigih meraih mimpi , kank .

Tidak lama seorang staf datang menghampiri bahwa acara segera bisa dimulai. Dan saya pun mendapatkan pengalaman belajar yang mungkin tidak saya dapatkan dibangku kuliah , karena belajar langsung dari pelakunya langsung .  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar