“Hidup adalah
keberanian keputusan dan siap bertanggung jawab atas konsekuensi
logis dari keputusannya itu. Semakin anda konsentrasi dan fokus pada diri
sendiri dalam pengambilan keputusan maka semakin tumbuh rasa percaya diri”. Disampaikan
ibu Mitha, CEO perusahaan Durable Good
kepada saya saat saya didaulat untuk
memberikan “ Personality development –coaching “di salah satu devisi nya.
Sambil menunggu persiapan acara dengan segala macam ceremonial saya bersama beliau
dan beberapa staff berada diruang
kerjanya. Sambil saya mencoba mencoba mencari tahu rahasia sukses beliau
yang seorang kandidat Doktor dari
universitas ternama di luar negeri.
Seperti yang beliau ceritak an bahwa sejak kecil beliau memang seorang gadis yang
gigih sejak dibangku sekolah mulai dari she
Is willing to accept the change, dimana saat usaha ayahnya bangkrut dan ayahnya meninggal
dunia, ia bersama ibunya bekerja membanting tulang pada saat SMA sekaligus
meninggalkan segala fasilitas yang pernah diterimanya dengan suka rela. Sampai
dirinya pun pada akhirnya dapat berkuliah melalui jalur prestasi dibidang ilmu
pengetahuan. Seperti yang kank hari
ketahui saya selalu melihat peluang
dibalik setiap krisis yang saat ini
terjadi seperti penurunan omzet karena daya beli dapat kami sisati dengan
diversifikasi product, disamping tentu saja
hami harus waspada pada aspek financial perusahaan, efesiensi dan
produksi yang tepat sasaran, dikarenan saya memang telah terlatih untuk siap
menghadapi perubahan.
“Saya percaya bahwa
sekalipun banyak orang sukses bukan dari bidang akademik bahkan anak putus
sekolah atau dropout dari perguruan tinggi, namun bukan berarti orang yang
sukses dari dunia akademik tidak banyak, ambil contoh bapak Profesor Habibie tokoh idola saya . jelas sekali
beliau sukses karena pendidikan yang telah dijalaninya, bagi saya yang peling
penting kuliah bukan sekedar sekolah tapi yang lebih penting adalah , What
are educational plans for the future ..!” begitulah pandangan beliau tentang arti pendidikan bagi drinya.
Lantas bagaimana
dengan orang yang IQ nya tidak terlalu tinggi dan memang memilih untuk tidak
kuliah ..? saya mencoba memancing ide ide kreatif yang beliau miliki .
“Yang paling penting
adalah kemana saja kamu selama ini atau ngapain saja kamu selama ini. Artinya
setiap orang mesti tahu the previous
experience nya masing masing bahsa
sederhananya pengelaman hidup yang memberi arti dan manfaat bagi mutu perbaikan
hidupnya. Jika waktu hidup nya disia-sia
kan siapun pasti akan merugi karen hidup ini seperti mimpi begitu cepat kita
lewati. Dengan mengenali what are my
ability, what special talent’s do I have and what are my special interest maka orang bersangkutan dapat dipastikan akan
meraih prestasi jika kemudian dilanjutkan untuk memperjuangkannya . Artinya
tidak ada waktu sis sia yang dibuang percuma kecuali untuk kepentingan terbaik
hidupnya. Talent Management adalah salah satu kunci keberhasilan perusahaan ini
go internasional diantaranya karena faktor faktor kami terapkan kepada seluruh
SDM disini , sehingga mereka rata rata dapat beraktualisasi diri.”
Saya pun speech less mendengar jawaban beliau,” artinya setiap orang harus memiliki
prinsip dalam hidup , bukankah begitu...?”.saya kembali bertanya.
Ya tepat sekali,
dimulai dari keberanian untuk tidak memaksakan diri untuk meraih sesuatu yang
tidak mungkin diraih dikerenakan
keterbatasan fisik misalnya, seperti problematika tinggi badan ingin
masuk militer padahal persyaratannya memang fisik , jadi harus sadar what
are my physical ablities limitation.!”. Selanjutnya memang harus
berpijak pada what are my attitude and values
dan how do I see my self tidak terpuruk pada kesedihan pada
keterbatasan dan selanjutnya berjuang secara gigih meraih mimpi , kank .
Tidak lama seorang staf datang menghampiri bahwa acara
segera bisa dimulai. Dan saya pun mendapatkan pengalaman belajar yang mungkin
tidak saya dapatkan dibangku kuliah , karena belajar langsung dari
pelakunya langsung .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar